Rekomendasi Ekowisata Bali

03 December 2025 Mahriva Yatra

Ekowisata adalah wisata yang memadukan tiga aspek: alam, budaya, dan masyarakat, dengan fokus utama pada pelestarian alam dan kesejahteraan lokal. Bila wisata biasa fokus ke kepuasan pengunjung, ekowisata menambahkan dimensi edukasi dan tanggung jawab.

 

Dalam artikel ini, Mahriva mengajak Anda menjelajahi sejumlah lokasi ekowisata Bali terbaik, lengkap dengan tips agar kunjungan Anda berdampak positif dan tetap ramah lingkungan.

Rekomendasi Ekowisata di Bali

 

Bali dikenal luas sebagai pulau seribu pura, namun di balik pesonanya yang populer, terdapat banyak destinasi ekowisata yang menawarkan pengalaman berbeda, lebih tenang, bermakna, dan berorientasi pada pelestarian alam serta budaya. 

 

Dari sawah terasering hingga hutan mangrove, dari desa adat hingga taman nasional, setiap wilayah menghadirkan nilai wisata berkelanjutan yang bisa dirasakan langsung oleh para pengunjung.

 

 

1. Jatiluwih Rice Terraces (Tabanan)

 

Ekowisata Bali Jatiluwih Rice Terraces

 

Terletak di kaki Gunung Batukaru, Jatiluwih adalah kawasan sawah berundak yang menakjubkan dan termasuk dalam Warisan Budaya Dunia UNESCO. Tempat ini dikenal karena sistem irigasi tradisional subak yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Bali. Saat berjalan menyusuri jalur setapak di antara sawah hijau, wisatawan bisa merasakan ketenangan desa dan melihat langsung kehidupan petani lokal. Selain pemandangan yang menyejukkan, Jatiluwih juga menjadi tempat belajar tentang bagaimana manusia, alam, dan budaya dapat hidup selaras.

 

 

2. Tegalalang Rice Terrace (Ubud)

 

Tegalalang Rice Terrace Ubud

 

Tegalalang adalah destinasi ikonik di Ubud yang menampilkan pemandangan sawah berundak dengan latar pepohonan kelapa dan udara pegunungan yang sejuk. Suasana di pagi hari terasa magis ketika cahaya matahari menembus kabut tipis di antara terasering. Selain menikmati panorama, pengunjung juga bisa berbincang dengan petani setempat dan memahami sistem pertanian organik yang masih diterapkan hingga kini. Tempat ini menjadi contoh nyata bagaimana pertanian tradisional dapat diintegrasikan dengan pariwisata berkelanjutan.

 

 

3. Desa Penglipuran (Bangli)

 

Desa Penglipuran Bangli

 

Desa ini sering disebut sebagai desa terbersih di Indonesia. Penglipuran mempertahankan arsitektur tradisional Bali dan memiliki tata ruang yang rapi serta tertata harmonis. Tidak ada kendaraan bermotor yang boleh masuk ke kawasan utama, sehingga suasananya tenang dan bebas polusi. Wisatawan dapat berjalan kaki menikmati deretan rumah khas Bali, belajar mengenai adat istiadat, serta berinteraksi dengan penduduk yang ramah. Penglipuran bukan hanya destinasi wisata, melainkan juga simbol keberhasilan masyarakat lokal dalam menjaga warisan budaya dan lingkungan mereka.

 

 

4. Taman Nasional Bali Barat & Pulau Menjangan

 

Taman Nasional Bali Barat dan Pulau Menjangan

 

Kawasan ini adalah surga bagi pecinta alam liar dan penyelam. Taman Nasional Bali Barat merupakan rumah bagi burung langka Jalak Bali serta beragam flora dan fauna endemik. Pengunjung bisa menikmati trekking di hutan tropis, menjelajahi savana, atau melakukan snorkeling di Pulau Menjangan yang terkenal dengan terumbu karangnya yang indah dan sehat. Setiap kegiatan di area ini dikelola secara ketat agar tidak mengganggu ekosistem, menjadikannya contoh terbaik ekowisata berbasis konservasi di Bali.

 

 

5. Tahura Ngurah Rai (Hutan Mangrove Bali)

 

Tahura Ngurah Rai Hutan Mangrove Bali

 

Berada di kawasan pesisir Denpasar Selatan, Tahura Ngurah Rai menjadi paru-paru hijau di tengah kota. Jalur papan kayu sepanjang hampir dua kilometer memungkinkan pengunjung berjalan di antara rimbunan mangrove tanpa merusak akar dan tanahnya. Selain menyegarkan mata, kawasan ini juga berfungsi sebagai tempat edukasi tentang pentingnya ekosistem pesisir dan upaya pelestarian lingkungan. Tahura menjadi destinasi populer bagi wisatawan maupun pelajar yang ingin belajar langsung tentang fungsi ekologis hutan mangrove.

 

 

6. Serangan Turtle Conservation & Education Center (TCEC)

 

Serangan Turtle Conservation and Education Center Bali

 

Pusat konservasi penyu ini berdiri sebagai bentuk nyata komitmen masyarakat lokal dalam melindungi satwa laut yang terancam punah. Di sini, pengunjung bisa melihat proses penyelamatan penyu, penetasan telur, hingga pelepasliaran tukik ke laut. Kegiatan konservasi dilakukan secara transparan dan edukatif sehingga wisatawan dapat memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut. TCEC juga menjadi contoh sukses transformasi dari wilayah yang dulu dikenal dengan perdagangan penyu menjadi pusat edukasi dan konservasi berbasis komunitas.

 

 

7. Munduk dan Air Terjun di Sekitarnya

 

Air Terjun Munduk Bali

 

Munduk adalah daerah pegunungan yang sejuk di Bali Utara, dikelilingi perkebunan kopi, cengkeh, dan tanaman tropis. Desa ini menawarkan pengalaman trekking melewati air terjun alami serta kesempatan untuk menginap di homestay lokal yang dikelola masyarakat. Wisatawan dapat mengikuti tur edukasi mengenai budidaya kopi dan cokelat, yang menjadi sumber ekonomi utama warga. Alamnya yang masih asri dan suasana pedesaan yang autentik menjadikan Munduk destinasi ideal bagi pencinta ketenangan dan alam hijau.

 

 

8. Kintamani dan Danau Batur 

 

Kintamani dan Danau Batur Bali

 

Kintamani menawarkan pengalaman ekowisata dengan latar Gunung Batur yang megah dan Danau Batur yang memantulkan sinar matahari pagi. Selain panorama menakjubkan, wisatawan bisa mengikuti aktivitas pendakian ringan, mengunjungi desa Trunyan yang penuh sejarah, atau belajar tentang geowisata vulkanik. Pemerintah daerah dan komunitas lokal kini mulai menerapkan konsep wisata berkelanjutan di kawasan ini agar kegiatan turisme tidak mengganggu keseimbangan alam.

 

 

9. Kebun Raya Bali (Bedugul)

 

Kebun Raya Bali Bedugul

 

Kebun Raya Bali adalah kebun botani terbesar di Indonesia Timur dan berfungsi sebagai tempat konservasi tumbuhan, penelitian, sekaligus rekreasi. Dikelilingi udara pegunungan yang sejuk, pengunjung dapat menjelajahi taman tematik seperti taman anggrek, taman kaktus, serta koleksi pohon langka Indonesia. Selain menikmati alam, tempat ini juga memberikan edukasi lingkungan bagi anak-anak dan keluarga tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.

 

 

10. Nusa Penida (Konservasi Laut dan Satwa Liar)

 

Nusa Penida Ekowisata Laut Bali

 

Pulau Nusa Penida kini berkembang sebagai destinasi ekowisata laut dengan berbagai program konservasi penyu dan burung endemik. Pengunjung dapat ikut dalam kegiatan penanaman terumbu karang, snorkeling dengan panduan beretika, atau mengunjungi kawasan konservasi burung. Pemerintah desa dan LSM lokal berkolaborasi menjaga keberlanjutan lingkungan di tengah meningkatnya minat wisata. Nusa Penida menjadi bukti bahwa pariwisata bisa berjalan seiring dengan pelestarian alam bila dilakukan secara bertanggung jawab.

 

 

Wujudkan Ekowisata Anda Bersama Mahriva

 

Berwisata ke Bali tidak selalu harus berarti mengejar keramaian atau spot populer. Dengan memilih destinasi ekowisata, Anda turut menjaga keseimbangan alam, mendukung ekonomi masyarakat lokal, dan mendapatkan pengalaman yang jauh lebih bermakna. Setiap langkah kecil yang Anda ambil seperti berkunjung ke desa adat, ikut menanam mangrove, atau melepas tukik ke laut menjadi kontribusi nyata bagi keberlanjutan pulau ini.


Jika Anda ingin menjelajahi Indonesia dengan cara yang lebih bertanggung jawab dan berkesan, Mahriva Yatra siap membantu merancang perjalanan ekowisata yang penuh makna. Melalui program Forestoration Mission, Sustainasea Journey, hingga Conservacation, Mahriva mengajak Anda untuk tidak sekadar berlibur, tetapi juga berkontribusi langsung pada pelestarian alam dan budaya Indonesia. Kunjungi mahriva.id dan temukan perjalanan yang mengubah cara Anda memandang wisata dari sekadar liburan menjadi bagian dari perubahan positif bagi bumi.

 

Pertanyaan Umum tentang Ekowisata di Bali

Apa yang dimaksud dengan ekowisata di Bali?

Ekowisata di Bali adalah bentuk pariwisata alam yang mengutamakan pelestarian lingkungan, pengalaman budaya lokal, dan kesejahteraan komunitas setempat sambil menikmati keindahan alam Bali.

Tempat ekowisata Bali apa saja yang direkomendasikan?

Beberapa rekomendasi ekowisata di Bali termasuk rice terraces seperti Jatiluwih dan Tegalalang, serta desa wisata tradisional dan taman nasional yang menyuguhkan alam dan budaya Bali.

Apa manfaat mengunjungi ekowisata di Bali?

Mengunjungi ekowisata di Bali memberi pengalaman alam yang autentik, edukasi tentang budaya lokal, mendukung ekonomi komunitas, serta mendorong kesadaran pelestarian lingkungan.

Kapan waktu terbaik untuk mengeksplor ekowisata Bali?

Waktu terbaik biasanya saat musim kering (sekitar April–September) untuk menikmati pemandangan alam seperti sawah, hutan mangrove, dan desa wisata dengan cuaca cerah serta nyaman untuk aktivitas luar ruang.

Other News
Stay Updated with Our Journey